May 21, 2007

Semifinal Champions 2007


Kamis, 03 Mei 2007. Melihat semifinal champions Milan-MU tadi pagi –tepatnya: siaran ulang- ingatan saya jadi melambung ke tahun 1987, bagaimana PSIS menjadi juara perserikatan karena dia ...jago lapangan becek. Lalu dengan taktik 'coming from behind' membungkam persija, then persebaya di final. Sumohadimarsis menyebut coming from behind versi psis ini dengan gaya ‘semarangan’. Tidak begitu mirip memang gaya italy ini dengan cfb, tetapi 3 buah gol setidaknya dari orang yang memang ‘datang belakangan’ mengindikasikan bahwa jangan terkecoh dengan pergerakan orang ‘utama’. Anyway, Stadion SanSiro dilengkapi dengan sistem irigasi (sebut saja namanya begitu –dasar katrok), semacam pengairan stadion sehingga tidak sampai banjir meski kehujanan. Tapi bertanding under ujan deres? Sepertinya Ferguson tidak mengira bahwa pasukannya harus bertempur di arena basah. Tidak dengan Rossoneri. Gatuso dkk tetap giras bertanding meski dingin menerpa. Apalagi Kaka, Seedorf, Gilardino memang come from behind untuk menipu ke sebelah kiri van der sarr (notice: semua gol di sisi kiri van der sarr). Congrat to milan, dengan kepiawaian bermain di lahan-basah mampu membingungkan MU secara telak. Pemain2 the Reds sepertinya pada takut pilek so maennya tidak seenergik biasanya. Atau capek. Ya sudahlah. Pertanyaannya, bisakah Ancelotti mengikuti pendahulunya, Sartono Anwar? Mampukah Filippo Inzaghi bersemangat layaknya sang senior, Ribut Waidi?

No comments: